Saturday, June 25, 2016

Tips Melaksanakan Pernikahan dengan Budget Di Bawah 100 Juta

Haloooooo...

Cuaca Tangerang Selatan yang sejuk banget karena hujan dari semalem membuat aku sama suami betah banget di kamar. Lihatin wajah suami yang lagi pules tidur padahal hari sudah hampir siang, memang bisa bikin senyum-senyum sendiri. Tiba-tiba pikiran menerawang jauh ke belakang. Mengingat kembali masa-masa pertama kali kenal sama suami, pacaran, dilamar, dan memutuskan menikah. Ahaha, takdir Tuhan itu lucu ya..


Bahas masalah pernikahan memang gak ada habisnya. Masalah utama menikah, menurut aku adalah soal kesiapan biaya. Ini berdasarkan curhatan teman-teman perempuan aku yang pengen banget dinikahin pacarnya lho. Semua orang pengen punya pesta pernikahan yang sempurna, mengundang semua teman, katering yang lezat, dan dekorasi yang mewah. Semua orang, termasuk aku. Sampai aku sadar, arti menikah adalah kehidupan setelah pesta pernikahan.

Mindset awal aku yang pengen pernikahan 'bagus' mulai banyak berubah pas mendekati hari-H. Aku sadar, budget pernikahan aku gak bisa dipaksain, gak bisa di-ada-ada-in. Kecewa? Pasti. Tapi balik lagi, acara pesta pernikahan cuma dilaksanakan sehari. Para tamu undangan taunya cuma datang, salaman, makan, pulang, lalu berkomentar. Sedangkan pengantin dan keluarganya yang menanggung biaya pernikahan yang bisa jadi akan sangat memberatkan setelah menikah. Padahal, setelah menikah banyak sekali mimpi yang harus aku penuhi. Punya rumah sendiri, biaya pendidikan anak-anak, asuransi, transportasi, sampai investasi. So, masihkan biaya pernikahan memberatkan kamu?

Semua temen pasti kaget kalau pernikahan aku sama suami menghabiskan biaya gak lebih dari 100juta. Gimana caranya? Kok bisa? Gedungnya berapa? Undangannya berapa. Ini nih tips buat kamu yang pengen melaksanakan pernikahan dengan biaya di bawah 100 juta.

1. Tempat Pernikahan yang Sederhana

Gimana sih sederhana itu? Kalau kamu pengen melangsungkan pernikahan di Balai Kartini atau di Menara Bidakara, kayanya gak perlu lanjutin baca deh hehe.
- Cari gedung di pinggiran Jakarta (kalau kamu domisili di Jakarta)
- Acara pernikahan di Masjid sekarang sudah umum kok, jadi habis akad nikah langsung resepsi di halaman masjid.
- Kalau rumah kamu punya halaman luas, gunakan halaman tersebut. Kamu bisa bikin konsep garden parti atau pakai dekorasi yang 'sedikit' mewah tanpa harus sewa gedung.
- Manfaatkan fasilitas balai rakyat. Ini yang aku lakuin waktu pernikahanku kemarin. Alhamdulillah, cuma bayar sumbangan kebersihan Rp. 500.000 saja.

2. Menu Katering

Pilih menu makanan dan minuman yang umumnya disuka banyak orang. Atau kamu juga memasak menu di rumah dan disajikan ala katering, ini biasanya buat undangan yang gak terlalu banyak.

katering murah menghemat biaya pernikahan
katering sederhana
Kamu bisa pilih menu nasi, ayam, daging, sayur, dan beberapa cemilan seperti somay agar biaya katering gak terlalu melonjak. Kalau kamu memang mau menginginkan pesta pernikahan dengan biaya rendah, hindari meni eskrim, pudding, permen, pizza, sosis, dan lain-lain. 
Ada baiknya kamu kosultasi dengan pihak katering (kalau tetap mau pakai jasa katering) dengan budget segini, bisa dapat apa saja.

3. DIY Dekorasi Pelaminan

Naaaaah, ini menarik banget buat dibahas. Waktu itu ada temen yang semangat banget sama calon suaminya bikin DIY pelaminan dengan pakai kayu palete bekas terus dicat ulang, diberi hiasan kain furing dan beberapa tali mirip gantungan catch your dream. Lalu area gedungnya dikasih dinding sekat kayu palete juga lalu ditempel foto-fofo dia yang lagi traveling berdua. Tau gak, dia cuma menghabiskan Rp. 7.000.000 saja buat dekorasi.

pelaminan sederhana
DIY pojok foto
Oiya, jangan lupa bikin pojok DIY buat spot foto-foto para tamu. Karena kalau sudah ada yang 'unik', photo booth gak perlu ada. 

4. Undangan Digital

Ya, di jaman serba digital ini undangan cetak bisa diminimalisir dengan penyebaran via email/website. Memang terkesan kurang formal sih, makanya usahakan tetap mencetak undangan untuk tamu-tamu kehormatan, misalnya saudara dan teman orang tua. Waktu itu buat undangan hampir 500 orang, saya cuma mencetak 200 undangan. Sisanya, via digital dan email (buat temen aku sama temen suami).

5. Souvenir Murah

Souvenir ternyata juga menyumbang pengeluaran yang banyak lho, kalau kamu gak hati-hati pas memilihnya. Lupakan souvenir dengan harga satuan di atas Rp. 5.000 karena kalau dikalikan dengan jumlah undangan hasilnya WOW lho. Kalau mau lebih berkesan dan murah, kamu bisa pakai souvenir tanaman/kaktus dengan harga Rp. 3.000 saja. Bisa juga pakai biji/benih tanaman lalu dikemas dengan kantong kertas. Atau kalau gak mau repot bikin notebook aja dengan harga Rp. 2.000 per satuannya.

6. Jasa Teman

bantuan teman saat pernikahan
Teman-teman terbaik di hari baik
Ahaha, sebenernya di sini sekalian mau ngucapin banyak terima kasih buat temen-temen yang mau direpotkan pas acara pernikahan kemarin. Semoga dibalas dengan segala kemudahan sama Allah. Jadi, kemarin jasa fotografer dan makeup wedding aku pakai jasa teman yang alhamdulillah ngasih kemudahan dan harga yang alhamdulillah sesuai sama harapan. Dan jangan lupa spread ke sosial media agar 'hasil karya' teman kamu bisa banyak dilihat orang sebagai rasa terima kasih kamu. Selain itu, aku kemarin juga minta tolong teman-teman terdekat buat jadi bridemaids yang bener-bener bantuin Ibu sama Bapak di acaraku. Jadi, terima kasih banyak teman-teman kampus yang super rempong ehehe.

7. Baju Pengantin Warisan

Jujur, aku baru tahu kalau baju pengantin itu mahal banget lho. Dari acaraku kemarin aku cuma jahitin baju atasan pas akad nikah. Sisanya adalah baju kebesaran adat bekas kakak ipar dan kain jarik Jawa yang turun temurun. Begitupun baju suami, segala baju Arab (saat nikah) dan baju adat adalah baju turun temurun. Makanya, kemarin biaya untuk makeup gak terlalu mahal karena semua baju seudah siap dari pihak pengantin.

baju pengantin jawa
baju pengantin jawa warisan keluarga suami
So, sudah ada gambaran belum mau dibawa kemana pesta pernikahan kamu? Yang jelas, selama prosesi ijab qabul berjalan lancar, insya Allah all is well. Jangan karena gengsi, kamu merugikan keluarga dan rencana pernikahanmu kedepan. Karena, sekali lagi, menikah adalah tentang kehidupan setelah pesta pernikahan. 


Kiss,
Nyinya




Disclaimer: Tulisan ini dibuat tanpa menyudutkan pihak manapun. Tujuan dari tulisan ini adalah murni untuk berbagi buat teman-teman yang akan menikah dan menyiapkan pernikahannya.




12 comments:

  1. Thanks for sharing mba, ini bermanfaat banget :))

    margaapsari.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaaa, semoga beneran bermanfaat yaaaaa ^^
      Makasih sudah mampir ke blog aku dan salam kenal :)

      Delete
  2. Mbak saya tertarik melihat lokasi menikahnya. Cantik dan bagus saat difoto. Senangnya kalau cuma bayar 500rb saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, aku cari-cari dulu ya Mbak foto lokasi pernikahan yang full nanti aku edit postingan ini. Dapet murah soalnya pake balai rakyat gitu Mbak, jadi gak sewa tempat tapi isi kas buat biaya bersih-bersih aja :D

      Delete
  3. Untuk undangan via digital kayaknya selain kurang formal menurut saya agak kurang sopan. Biasanya ini kalo ngundangnya via medsos sih. Cuman kalo via email kayaknya beda lagi ya mbak, mungkin bisa dibilang lebih sopan ketimbang via medsos *dulu belum kepikiran ngundang pake email >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau via medsos emang ga sopan banget sih Mbak. Hehehe, suka kesel kalau diundang nikah tapi lewat tag-tag-an di Facebook. Mending gak dateng deh hehehe. Kalo jauh aku email atau aku chat privat gitu Mbak. Apalagi skrg lagi jaman pake google form gitu, jadi bisa tau dia bisa dateng apa engga, bawa pasangan apa engga. Hehehe, jaman emang serba canggih ya Mba ^^

      Delete
  4. post yang sangat berguna sekali nyaaaaaaaa, terima kasih sudah berbagi hehehehe


    http://gold-mirror.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Giaaaa, makasih udah mampir. Semoga benar-benar bermanfaat yaaaa ^^

      Delete
  5. Post yang begini yang saya cari2 haha *ketauan kebelet nikah* tapi serius yang kayak begini mesti selalu di sounding. Soalnya banyak banget kan pernikahan2 yang wow banget di medsos khususnya ig, jadi biar kita lebih tau mana realita mana khayalan. Jangan jg gara2 pengen weddingnya kayak glen dan celsi trus kita dan pasangan jd gak sejahtera krn semua serba dipaksakan harus ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, dulu aku juga punya mimpi nikah kayak Andien Mba. Tapi, setelah dipikir-pikir, adat dan uangnya gak bisa dipaksain hehee. Yaaaa, kadang jadi orang yang idealis gak akan bisa bawa kita kemana-mana. Realistis dan ikhlas kuncinya ^^
      Makasih udah mampir ya Mba :)

      Delete
  6. thanks sis aku semakin ingin menikah! *langsung cari jodoh di jalanan

    ReplyDelete
  7. Ah setuju, kalau aku di kampung halaman punya halaman. Nikahnya ya dihalaman gitu.
    Tapi kalau di kota, umum pake gedung bukan karena apa apa, tapi karena banyak yang halamannya ga memungkinkan untuk di pakai acara.

    Kadang sedih kalau harus kondangan jauh, ke pelosok jakarta. Karena capek.
    Hahaa tapi makin kesini aku makin sadar, iya juga ya.. ke pinggiran jakarta, boleh juga. Murah jadinya.


    Itu beneran cuma bayar 500 rb buat kebersihan?
    Keren banget!
    Yang dekor jagooo.. gedungnya bisa kayak gedung mahal :D

    Well bingung mau komen apa lagi, takut bertele tele.
    Selamat menempuh hidup baru kak nyinya. Salam kenal :D
    Baru pertama kali main kesini langsung mau bookmark artikel ini!
    Hahahaa

    ReplyDelete