Sunday, July 24, 2016

Catatan Finansial Pengantin Baru

Eheeeeem..
Bahas masalah pernikahan, tentu gak jauh-jauh dari yang namanya persiapan acara pernikahan. Sebelumnya aku sudah pernah menulis tentang arti menikah dan tips menikah budget di bawah 100 juta rupiah.
Naaaaaah, tulisan kali ini aku mau membahas masalah yang sangat penting dalam kehidupan setelah pernikahan. Ya, catatan finansial buat pasangan pengantian baru. Aku dan Mas Danis adalah pasangan yang baru saja menikah 7 bulan yang lalu. Seperti yang sudah aku tulis sebelumnya, bagian terpenting dari menikah adalah kehidupan setelah pesta pernikahan.




Setelah menikah, kepemilikan seorang suami dan istri sudah tidak ada lagi yang namanya punyaku dan punyamu. Kadang, hal-hal konyol seperti aku pinjam kaos suami buat tidur dan kemeja suami buat kerja adalah hal yang wajar dilakukan. Ya, karena seharusnya sudah tidak ada batasan kepemilikan. Nah, termasuk gaji. Kalau kamu dan suami/istri sama-sama bekerja, tentu kalian pasti sama-sama mendapatkan penghasilan. Lalu, siapa yang pegang uang gaji ?


Nah, pertanyaan ini adalah pertanyaan serius yang harus kalian (pasangan suami dan istri) bicarakan setelah pesta pernikahan. Ibuku selalu pesan berkali-kali bahwa keadaan finansial dalam rumah tangga diibaratkan seperti menyimpan air di gentong. Tugas suami adalah mencari air untuk mengisi gentong, sedangkan istri adalah gentongnya atau wadahnya. Cari suami yang jelas, jelas asal-usulnya, jelas pekerjaannya, jelas masa depannya, ya karena tugas suami adalah mengisi. Lalu, jadilah perempuan yang tidak gampang bocor (baca: boros), karena perempuan adalah wadah. Kira-kira seperti tiulah pesan Ibuku yang disampaikan dengan bahasa Jawa.


1. Diskusikan semua hak-hak dan kewajiban masing-masing pasangan. Ini harus jelas dan detail ya, karena kalian akan hidup berdua selamanya, jadi ada baiknya hal ini dibicarakan secepat mungkin, misalnya sehari setelah pernikahan berlangsung. Jangan ada yang disembunyikan sekecil apapun, karena pasanganmu adalah partnermu seumur hidup.

smart women, financial, financial plan, love
Sumber: https://pixabay.com/en/woman-girl-icon-symbols-1197497/

2. Hanya ada satu pintu pengeluaran. Maksudnya adalah, semua pengeluaran harus lewat satu orang. Rumah tangga itu ibarat sebuah kelas. Harus ditunjuk siapa ketua kelasnya dan siapa bendaharanya. Sewajarnya, suami adalah ketua kelas dan istri adalah bendaharanya. Tapi, dilihat lagi kemampuan masing-masing, siapa yang berbakat memimpin maka jadikan itu sebagai ketua dan siapa yang berbakat menyusun anggaran dan memegang kendali finansial, jadikan itu sebagai bendahara. Bicarakan semuanya, termasuk pembagian tugas ini dengan musyarawah. Hal ini akan memudahkan pemantauan pengeluaran. Bayangin aja nih, air di dalam botol yang punya 2 lubang akan lebih cepat habis dibandingkan dengan botol yang punya satu lubang. Itulah ibaratnya pengeluaran kalian. So, tentukan siapa bendaharanya dan lewat dia-lah pengeluaran dan pemasukan itu harus dapat persetujuan.

3. Minimal Punya Tiga ATM Berbeda. Ya, mungkin akan terdengar sangat repot. Tapi, percayalah ini akan memudahkan kamu sebagai bendahara rumah tangga buat mengatur pos-pos pengeluaran. Bedakan atm kamu menjadi pos untuk simpanan, tabungan, dan pengeluaran wajib. Apa bedanya tabungan dan simpanan? Jadi gini, secara sederhananya simpanan adalah uang kebutuhan kamu selama satu periode gaji (satu bulan). Sedangkan tabungan adalah ya uang yang kamu sisihkan buat pegangan kamu dengan tujuan tertentu, misalnya dana darurat, DP rumah, beli mobil, naik haji, dan lain-lain.
financial plan, financial, love story
Sumber: https://pixabay.com/en/wallet-credit-cards-cash-money-908569/

Sebaiknya atm buat simpanan adalah atm yang gampang ditemui seperti BCA, Mandiri, atau CIMB (biasanya gampang dijumpai di Sevel daerah Jakarta). Sedangkan untuk atm tabungan sebaiknya cari yang rendah biaya administrasi atau bahkan cari yang tanpa potongan biaya administrasi bulanan. Karena kalau dihitung-hitung percuma saja, kan uang yang kamu tabung itu gak bergerak dan kalau kena potongan, yang ada malah jumlahnya berkurang. Untuk keperluan ini kamu bisa pilih menabung di bank Danamon atau BTN.  Nah, satu lagi nih yaitu atm buat pos pengeluaran wajib. Biasanya pasangan baru menikah akan mulai dibebankan listrik bulanan, telfon, belanja bulanan, biaya ART, dan uang transportasi ke kantor. Hampir sama seperti pos uang simpanan, cari atm yang gampang dicari. Jadi, begitu gaji sudah masuk ke dalam atm simpanan, langsung transfer sejumlah uang untuk keperluan pengeluaran wajib sebulan, yang sudah kamu rencanakan di akhir bulan kemarin. Dengan begitu, harapannya adalah semua pengeluaran dan tabungan akan terpisah sehingga gak akan ada pengeluaran berlebih dan kekurangan uang di akhir bulan. Ingat, kalian sudah bukan mahasiswa lagi.

4. Buat Catatan Pengeluaran, Catat Sekecil Apapun Pengeluaran. Tentu kegiatan seperti ini dibutuhkan ketelatenan. Ini adalah tugas bendahara dan gak semua perempuan lho mau menulis pengeluarannya sekedar membeli pulsa bulanan di minimarket. Tapi, ternyata hal sekecil inilah yang berdampak besar buat keadaan finansial kalian sebagai pengantin baru. Semua catatan pengeluaran kalian selama sebulan yang sudah tercatat di buku, nantinya bisa dijadikan evaluasi di bulan berikutnya, apa yang sebaiknya dihilangkan untuk bulan berikutnya. Intinya, kegiatan ini akan berguna untuk memantau pengeluaran kalian.

5. Sisihkan Maksimal 10% dari Pemasukan untuk Kebutuhan Lifestyle.  Sebenarnya ini kebijakan masing-masing pasangan sih. Aku sama Mas Suami menentukan 10% dari pemasukan kami (gajiku + gaji Mas Suami) untuk uang lifestyle seperti makan sushi sebulan sekali saat kami merayakan monthiversary, beli baju di mall, beli sepatu, atau sekedar jalan-jalan ke luar kota. Anggaran buat kebutuhan lifestyle gak harus habis kok, kalau sisa jadikan itu tabungan buat bulan berikutnya.
Kerja di Jakarta yang setiap hari harus berhadapan dengan macet dan asap kendaraan emang harus diberi penghargaan. Makanya, kami memilih makan sushi bareng setiap akhir bulan sebagai reward dari apa yang sudah kami peroleh. Eh tapi tau gak sih, ini ada fakta unik yaaaaaa. Jadi, setelah dibandingkan nih, orang yang bertempat tinggal di pinggiran Jakarta akan punya pengeluaran lifestyle lebih besar dibandingkan orang yang punya rumah di Jakarta. Kebetulan aku sama Mas Suami berdomisili di Tangerang Selatan, dan ternyata benar demikian. Hal ini karena perjalanan yang kami tempuh dari rumah ke kantor sedikit lebih jauh dan membuat kami selalu memberikan 'kesempatan' buat makan di luar.
"Yaudahlah, sampe rumah udah malem. Kita makan sate di pinggir jalan aja. Jadi pas sampe rumah bisa langsung istirahat."
Ini niiih yang bikin pengeluaran lifestyle membeludak. Etapiiiii, orang yang berdomisili di Jakarta akan punya pengeluaran rutin (bulanan) lebih besar dibandingkan orang yang di pinggiran Jakarta. Hal ini karena semua harga barang atau jasa di Jakarta akan berbeda dengan harga di Bekasi, di Depok, dan di Tangerang Selatan.

6. Saling Terbuka. Percayalah, saat menikah pintu rezeki kalian akan dibuka selebar-lebarnya oleh Yang Maha Kuasa. Dua pintu rezeki akan dibuka dan disatukan saat kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Kejadian unik yang aku sama mas Suami alami sebelum menikah adalah, begitu baiknya Yang Maha Memberi Rezeki, dalam kurun waktu satu tahun mas Suami bisa mendapat tiga kali promosi gaji. Daaaaan, aku dapat kerja 3 bulan sebelum menikah setelah hampir 10 bulan mencari kerja. Hayooooo, kamu gak pengen nikah? #kamukapan :))
Tapi terkadang rezeki itu akan menutup perlahan-lahan karena pasangan suami istri sering bertengkar. Sejujurnya, Tuhan kita sangat membenci permusuhan. Makanya, yang menutup pintu rezeki itu sebenarnya pasangan itu sendiri. Cobalah terbuka dalam masalah apapun, seringlah bercerita dan menanyakan 'ada cerita apa hari ini?'. Ceritakan hal sekecil apapun, termasuk masalah keadaan finansial kalia. Keluar masuknya keuangan harus jelas, tugas ketua adalah menanyakan kemana dan bagaimana arus keluar masuknya uang, sedangkan tugas bendahara adalah harus jujur berapa uang yang ditabung dan berapa uang yang sudah keluar untuk makan, kebutuhan bulanan, dan lain-lain.

Buat hampir semua pasangan yang baru menikah, mengatur keuangan akan terasa berat di awal. Tapi, ingatlah bahwa menemani pasangan hidupmu mulai dari bawah sampai suatu saat nanti kalian berdua sukses, adalah hal yang paling membahagiakan dan Tuhan akan menghitung setipa keringat dan air mata yang kalian keluarkan. Itulah pesan yang selalu Ibuku dan Almarhumah Ibu mertuaku pesan saat pernikahanku dan Mas Danis dilangsungkan.

Last but no least, let's keep in touch!
Instagram: @nyinyaw
Twitter: @nyiinyanyiinya
Facebook: nyiinyanyiinya



Disclaimer: Tips ini adalah murni gagasan ide saya (selaku pasangan yang sudah menikah) dengan tujuan untuk sharing ke semua teman-teman yang akan melangsungkan pernikahan atau pasangan pengantin baru. Tidak ada maksud untuk menggurui dan menasehati, tujuan saya hanya sharing. Smeoga membantu.

12 comments:

  1. beb kenapasi tiap baca blog lo sama mas Suami gue jd pengen cepet nikah :"") sedihhh aku kapan yah *beneran baper

    ReplyDelete
  2. Bagus nyaa
    Kalian seolah2 udah lama nikah pdhl baru
    Salut banget
    Salam yaa buat si danis

    ReplyDelete
  3. duh nya, nasehat finansialnya tuh lohhh...... bisa dijadiin bekal buat entar nih. wkwk


    tulisandarihatikecilku.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Iyain dulu aja ya, Nyinya. Thanks buat sharingnya, sering sering ya 😹

    ReplyDelete
  5. Nyinyaaa ini tips ya keceee banget. thanks nice to share ya, bakal jadi keyakinan kuat kalo hidup tuh gak usah ikutin lifestyle. karena masa depan lebih penting dari pada lifestyle

    ReplyDelete
  6. tips nya kecee.. hahaa.. setuju banget untuk diskusikan hak dan kewajiban + saling terbuka. ini penting banget dalam pernikahan.

    ReplyDelete
  7. Aku belum menikah sih, to ini tabungan pemasukan untuj masa depan. Hihi good kak! :)

    ReplyDelete
  8. aaaaa sukak, happy terus kak nyinyaa

    ReplyDelete
  9. Halo mbak, lg pertama mampir di blogmu nih. Sukaaa tulisannya. Tapi jadi baper pgn nikah 😂

    ReplyDelete
  10. aduuuh tipsnya bermanfaat banget, semoga jadi keluarga yang sakinah mawadh warahmah ya mbaaa :)

    ReplyDelete
  11. makasih tips nya kak Nyinya, ini yang aku cari-cari sejak kemarin niiih.. hehe
    lanjutin kasih tips2 pasca menikah buat pengantin baru kaya gini ya kak,

    devifitris.blogspot.com

    ReplyDelete
  12. Tfs ya tipsnya, yang penting gak punya hutang, kreditan dan cicilan ya Mbak biar keuangan rumah tangga sehat lahir batin aamiin

    ReplyDelete