Thursday, February 23, 2017

#NyinyaPregnantStory: Cerita Awal "Si Garis Dua"

Sekalipun saya dan suami gak pernah terlintas alasan buat menunda kehamilan. Hanya saja selalu saya sematkan doa...


"Ya Allah, berikanlah kami amanah keturunan yang terbaik saat kami berdua sudah benar-benar siap. Siap menurut-Mu. Siap menurut kehendak-Mu"

Si Dua Garis Merah Kado Ulang Tahun
Saya dinikahi Mas Danis pada akhir Desember 2015 setelah LDR Jakarta - Malang hampir 2 tahun.
Setelah menikah, Allah memberikan kami waktu dulu sekitar 7 bulan untuk pacaran halal, tapi jarak dekat. Gak ada alasan buat gak bersyukur kan? :')

Lalu, selama 7 bulan itu apakah saya gak pernah ditanyain "kapan hamil?"

Oh, kalian jangan sedih, tentu saja pernah! Sering!

Memasuki bulan Juni, saya mengalami flek (keluar darah dari Miss V) selama 2 hari, padahal waktu itu saya belum memasuki jadwalnya menstruasi. Jadi, hutang puasa saya banyak banget, karena ditambah libur menstruasi hehe..
Suami yang saat itu takut kenapa-kenapa, langsung mengantar saya untuk check-up ke Rumah Sakit Kemang Medical Care. Bertemu dengan dokter Ridwan (yang rencananya akan kami jadikan obgyn saat saya hamil nanti) kami berkonsultasi tentang flek yang muncul. Setelah melakukan USG dalam yang membuat saya cukup merasakan ngilu dan sedikit trauma (hehe..) ternyata semua normal. Dokter Ridwan menyarankan agar saya banyak istirahat dan menurunkan berat badan. Kecapekan dan produksi hormon berlebih diduga jadi faktor penyebabnya.

Bulan Juli saya masih merasakan menstruasi, itu artinya saya belum dinyatakan hamil.

Bulan Agustus tiba, satu bulan setelah ditinggalkan selama-lamanya oleh Ibu mertua, badan saya mulai sering sakit. Saya mudah sekali marah dan menangis secara tiba-tiba. Selera makan mulai membabi buta, waktu itu berat saya semakin hari semakin naik. Padahal dokter menyarankan untuk menurunkan berat badan karena ditakutkan hormon penyebab flek bulan Juni lalu naik lagi.

Saya seperti merasakan masuk angin setiap malam. Perut kembung, mual, dan sering keliyengan. Sepertinya Mas Danis sudah mencium tanda-tanda kehamilan dan menyarankan saya mencoba test-pack yang dia beli di apotik. Tapi saya menolak dan malah balik marah. Setelah mediasi dan dia berhasil membujuk saya mencoba testpack.

14 Agustus 2016

Sebelum subuh, saya mencoba test pack yang dibeli dengan harga Rp. 3.500 di apotik. Hasilnya cukup membuat saya bingung. Satu garis tebal muncul. Oh, negatif. Saya buang di tempat sampah.
Subuh-pun datang, suami bangun dari tidur dan menanyakan "sudah tes belum?" Saya jawab "sudah, tapi negatif sepertinya."
Suami yang gak percaya langsung membongkar tempat sampah dan ingin melihat sendiri hasilnya.

"Lhoh ini garis dua, Ay" teriaknya dari depan kamar mandi.

"Enggak, kalau udah lama biasanya test-pack sudah gak akurat lagi" jawab saya.

Yaudah, dia nurut.

25 Agustus 2016



00.01 WIB
Saya berulang tahun! Yeay, Alhamdulillah 23 tahun.
Tapi, hari itu juga suami saya harus pergi ke Singapore karena ada perjalanan dinas. Penerbangan pagi, dan sebelumnya dia memberikan surprise kecil-kecilan dengan memberikan saya donat dan lilin kecil di atasnya.
Saat itu badan saya masih kurang sehat. Bahkan belum ganti baju dari semalam dan sisa makeup masih menempel di wajah saya. Saya tiup lilin sambil merem. Suami sempat kecewa karena dia berfikir surprise-nya kurang menyenangkan hati saya. Padahal bukan itu, saya sedang kurang fit, itu saja.

03.00 WIB
Saya bilang ke suami, saya belum sholat. Suami yang saat itu sedang tidur sebentar, langsung bangun dan dia langsung ambil air wudhu juga. Dia berdiri mengimami saya. Tapi.. di tengah sholat dia berdiri untuk doa qunut. LHAH, KAN SAYA MAU SHOLAT ISYA' !
Di situ saya marah, saya nangis, saya kesel sama Mas Danis.

04.00 WIB
Saya dan Mas Danis gak langsung tidur karena sekalian menunggu Subuh dan dia harus pergi ke airport. Sambil menunggu Subuh saya ke kamar mandi dan mengambil 2 testpack yang kami beli semalam.
Satu test pack menunjukkan satu garis tebal, dan satu garis samar.
Oke.
Saya coba test pack yang satu lagi (dengan harga yang lebih mahal) dan hasilnya langsung menunjukkan garus 2 secara tegas.

Speechless.

Bahkan suara saya seperti tersendat di tenggorokan saat memanggil Mas Danis. Sambil menunjukkan kedua test pack, saya saya langsung peluk suami. Dan dia menciumi saya sambil terus bersyukur.

Hari itu, saya mendapat hadiah ulang tahun terindah dari yang Maha memberi hidup.

Hari itu, suami saya punya kebiasaan baru sebelum keluar pintu. Mencium saya, dan perut saya.


Masih malu-malu buat bilang ngidam popcorn XXI

10 comments:

  1. NYINYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.. entah napa gw ikutan merinding bacanya. merinding2 seneng euy! semoga kandungannya baik2 aja yaaaa~


    tulisandarihatikecilku.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi, makasih Sherly :D

      aaaamiiiin aaamiiiin :)

      Delete
  2. Aaaaah ikut seneng bacanya. Selamat nyinya untuk kehamilannya. Sehat2 yah!

    ReplyDelete
  3. Nyinyaaaaaa.... sehat terus yaaa dedeknyaaa.. terharu bacanya.

    ReplyDelete
  4. Nyinyaaaa.. ternyata kamu masih muda sekaliiiiii.. adek Nyinya ... hahaha

    Sehat terus ya sama baby nyaa.. aamiin

    hai-ariani.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, kakak Ayaaa :))

      aaaamiiiin, makasih Aya :)

      Delete
  5. Alhamdulillah moga disehatkan dan dimudahkan terus sampai melahirkan nanti ya, mba :)

    ReplyDelete