Monday, May 15, 2017

Check-up Kehamilan di Kemang Medical Care Bersama Obgyn dr. Ridwan, S.POG

Apa yang harus saya lakukan setelah melihat garis dua di testpack?



Ya, saya langsung mencari rekomendasi Rumah Sakit dan Obgyn untuk agar segera tervalidasi informasi apakah saya bener hamil atau tidak. Menemukan rumah sakit dan obgyn yang tepat gak cukup sehari dua hari lho, buibuk. Maklum, baru kehamilan pertama.
Setelah browsing sana-sini, baca forum ibu hamil, dan bertanya dengan yang sudah duluan hamil, akhirnya saya punya list rumah sakit beserta obgyn yang saat itu pegangan saya adalah Pro Normal, Pro ASI, dan RUM (Rational Use Medicine).

Setelah berdiskusi dengan suami, maka saya memilih Rumah Sakit Ibu dan Anak Kemang Medical Care dengan Obgyn dr. Ridwan. Selain karena baca-baca reviewnya ini dokter termasuk dokter favorit dan banyak review postifinya. Sebenarnya saya sudah pernah bertemu dan konsultasi dengan beliau, waktu itu kalau gak salah saya sempat mengalami flek sebelum hamil. 

Dr. Ridwan hanya praktek di RSIA Kemang Medical Care, jadi hampir setiap hari dari pagi sampai sore bahkan malam, beliau stand by di sana. Nah, di Kemang Medical Care (selanjutnya saya sebut KMC) ini, kalau mau checkup harus reservasi by phone agar diseuaikan jadwal yang kosong.
Saya checkup kehamilan di sana dari umur 6 minggu sampai 34 minggu, berikut yang saya bisa ceritakan:

Rumah Sakit Ibu dan Anak Kemang Medical Care (RSIA KMC)

Terletak di Jalan Ampera Raya, jadi menurut saya semua gak akan kesulitan mencarinya. Hanya saja, jalan raya Ampera itu macet banget. Namun, alasan saya memilih KMC selain karena Pro Normal, Pro ASI, dan RUM, adalah dekat dekat dengan kantor saya dan suami. Jadi, kita berdua bisa izin keluar kantor atau izin terlambat masuk saat ada jadwal checkup. 

Karena KMC adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak, jadi saya gak pernah merasa berada di rumah sakit, tapi di Taman Bermain Anak. Suasananya tenang, gak ramai, dan banyak anak kecil (yaiyalah). Soalnya saya masih menderita trauma dengan rumah sakit dan bunyi sirine ambulan setelah hampir 6 bulan kepulangan alm. Ibu mertua. 

Bicara soal administrasi dan service di KMC, saya akui memang bagus banget. Begitu saya turun di loby, langsung disambut dan pintu mobil saya dibukakan oleh satpam. Lalu ditanya ada yang bisa dibantu. Bagian administrasi-pun gak perlu ngantri panjang, langsung disambut oleh petugas dan disuruh mengisi formulir. Semua antrian rapi, terstruktur dan disediakan kursi sofa yang nyaman.
Semua customer service, suster, dan bidan yang bertugas sangat ramah. Saya tuh tipe orang yang kalau sekali dibuat nyaman, jadi susah move on, LHAH!. 

Walaupun sudah reservasi via telfon, ternyata sistem antrian obgyn di KMC tuh by kedatangan. Jadi, jam kedatangan saya sudah ditentukan oleh Costumer Service untuk dimasukkan di kelompok A, B, atau C. Per kelompok isinya 5 orang. Jadi, di antara 5 orang itu siapa yang datang duluan yang masuk antrian awal. Namun, karena dokter spesialis kandungan saya ini lumayan jadi favorit, ya gak heran kalau ngantrinya cukup lama. Ditambah lagi, sekali pasien yang masuk dilayani 30 menit-an.

Untuk biaya per-check up di dokter spesialis kandungan, menurut saya lumayan tinggi. Ya secara letaknya di Kemang mungkin mempengaruhi harga. Biaya konsultasi dokter sekitar Rp. 350.000 sedangkan USG 2D dikenakan biaya Rp. 200.000 (update per-Maret 2017), Jadi totalnya Rp. 550.000 belum termasuk obat atau vitamin. Tapi saya percaya semua dokter di Rumah Sakit Kemang Medical Care pro RUM, jadi gak akan kasih obat atau vitamin yang mahal.

Overall saya dan suami sangat senang dan nyaman dengan semua pelayanan di Kemang Medical Care. Mulai dari ambience rumah sakitnya, service-nya, dan tentu saja obgyn-nya. Kalau masalah biaya, saya rasa sebanding dengan pelayanan yang diberikan.

Obgyn Dokter Ridwan, SpOG


Saya dan suami termasuk yang beruntung dalam hal memilih obgyn, karena sekali kami bertemu dengan dokter Ridwan, kami berdua langsung cocok. Ya, banyak yang bilang kalau obgyn atau spesialis kandungan itu emang cocok-cocokan. Dan sepertinya dari sekian banyak forum yang isinya buibuk hamil, memberikan review positif kepada dokter ini.

Sangat pro-normal, tenang, gaul, dan pro-RUM. Saya masih inget banget pertama kali saya datang, dokter Ridwan ngobrol sama suami saya pakai lo-gue. Saya punya banyak banget pertanyaan yang aneh-aneh (kebanyakan mitos yang saya dengar dari keluarga), eh malah diketawain. Beliau selalu berpesan kalau hamil itu intinya happy. Kalau ibunya happy, insya Allah dedek janin akan sehat.

Karena saya gak ada keluhan di awal kehamilan (cuma mual), jadi hanya dikasih asam folat merek Folavit. Harganya cuma Rp. 30.000. Lalu pada checkup kedua, berbekal review dan saran dari teman saya minta multivitamin Folamil Genio seharga Rp. 150.000. Gapapalah, diganti ini sama kantor suami hehe..

Dokter Ridwan adalah gambaran dokter yang gak banyak ngelarang dan nakut-nakutin ibu hamil. Pembawaannya yang tenang dan sering menepis mitos-mitos yang gak jelas buat ibu hamil. seperti waktu itu saya tanya masalah makanan-makanan yang dilarang saat hamil. Kata beliau, ibu hamil ini bukan orang sakit, jadi gak ada pantangan makanan. Asalkan memenuhi gizi seimbang, dan olahraga insya Allah semuanya sehat. Saya juga pernah menanyakan susu ibu hamil yang bagus, tapi beliau menyarankan minum susu apapun yang disuka. Soalnya susu ibu hamil ini gak semua orang suka, jadi ya saya pilih Greenfields sampai sekarang.

Saya dan suami sangat merekomendasikan Dokter Ridwan di KMC buat kalian yang sedang bingung mencari obgyn. Karena waktu nunggu atau antriannya yang cukup panjang, jadi saya sarankan kalian berlama-lama aja kalau konsultasi. Lagian beliau ini gak minta cepet-cepet kok. Apapun pertanyaan kalian dari yang aneh sampai super aneh pasti akan dijawab.


#nyinyapregnantstory sudah memasuki umur 35 weeks, itu saatnya saya dan suami melakukan hospital tour. Rencana awalnya saya akan melaksanakan persalinan di Kemang Medical Care, karena terakhir browsing biaya melahirkan di sini masih masuk ke dalam budget.
Tapi ternyata, pada tahun 2017 biaya melahirkan di KMC naik lumayan tinggi. Sebenarnya suami masih menyanggupi untuk membayar biaya melahirkan dengan kelas Utama di KMC, tetapi saya takut kalau pada saat kelahiran nanti ada biaya tambahan di luar ekspektasi budget kami. Setelah bermusyawarah dan berfikir panjang, akhirnya kamu berdua memutuskan mencari alternatif tempat melahirkan.
Sedih banget sih, karena sudah cocok dengan Dokter Ridwan selama 8 bulan memeriksa #BabyG. Namun, pada saat perpisahan (waktu itu saya pamit dan membawakan parcel buah sebagai ucapan terima kasih) Dokter Ridwan menyambut dan mempersilahkan kami memilih dimanapun yang terbaik buat baby dan ibunya. Aaaaaah, dokter ....... :')



Sampai bertemu lagi dok, saya janji akan kenalkan si #BabyG..


5 comments:

  1. Semoga lancar melahirkan baby G ya Mbaak. Emang nyari dokter yg sreg di hati itu gampang2 susah, apalagi yg berkaitan sm obgyn. Hihi
    Mg nemu alternatif tempat lahiran yang nyaman di kantong :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mba terima kasih atas doanya, saya sudah melahirkan dengan proses normal bulan lalu walaupun gak di KMC hehe..

      Delete
  2. Jadi ingat waktu saya hamil. Sama, deh. Dokternya juga gak banyak melarang selama kita makannya benar dan sehat-sehat aja.

    Semoga happy terus ya, bumil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. dengan dokter Ridwan juga kah mba?
      terima kasih mbaaaa :)

      Delete
  3. Salam kenal ya mba.. kalo mba pisah sama dr ridwan di minggu ke 34, ini saya malah baru mau ke dr ridwan tapi baru dpt jadwal minggu depan. Mau pindah ke kmc karena jaraknya lebih deket sama rumah cuman biayanya emang lumayan ya mba ��. Btw boleh share apa aja yg perlu disiapkan kalo ganti dokter pas mau lairan gitu?

    ReplyDelete