Monday, May 29, 2017

Perkiraan Biaya Melahirkan di Jakarta Selatan

"Dengarkan janinmu, dia yang tahu pengen dilahirkan kapan, di mana, dan dibantu siapa"


Pada minggu-minggu terakhir usia kehamilan, saya dan suami bukannya disibukkan dengan belanja keperluan bayi. Tapi, kami berdua sibuk mencari informasi Rumah Sakit tempat BabyG dilahirkan. Karena rumah kami di Tangerang Selatan dan lokasi kantor di Jakarta Selatan, jadi rumah sakit yang kami kunjungi adalah di Jakarta Selatan dan sekitarnya.

Awal kehamilan saya rutin checkup di Kemang Medical Care. Karena pertimbangan akses jalan Ampera yang muacetttt banget dan juga pertimbangan biaya yang overbudget akhirnya kami memilih alternatif rumah sakit lain. 


Saya dan suami sempat mendatangi Rumah Sakit Bersalin Asih di Panglima Polim, Rumah Sakit Pondok Indah, Rumah Sakit Puri Cinere Kota Depok, Rumah Sakit Hermina Ciputat. Berikut gambaran perkiraan biaya melahirkan melalui proses normal dan caesar di Jakarta Selatan dan sekitarnya:


Biaya tersebut di atas masih perkiraan,jadi bisa jadi lebih mahal atau lebih murah. Obat dan tambahan visit dokter lain belum termasuk. Oiya biasanya biaya melahirkan akan mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Buat persiapan keuangan, sebaiknya menyediakan perkiraan biaya caesar. Jaga-jaga aja semisal ada hal lain yang terjadi di luar kendali manusia. Semoga semua ibu-ibu bisa melahirkan secara normal, aamiiin..

Saya mau sedikit sharing tips memilih rumah sakit atau tempat untuk melahirkan. 

Sesuaikan dengan Budget

Karena biaya saya melahirkan tidak ditanggung oleh asuransi kantor, melainkan diganti atau sistem reimburse, jadi ada nominal yang harus saya batasi. Kalaupun nambah ya gak banyak-banyak amat lah yang penting Ibu dan bayi lahir normal dan sehat.
Saya berusahan untuk tidak egois, tidak mementingkan gengsi harus melahirkan di tempat yang mahal, tidak memaksa, dan balik lagi yang penting Ibu juga bayi sehat. Kalau budgetnya cukup untuk lahiran di tempat bidan ya gak masalah, wong sekarang banyak banget bidan yang ilmunya uptodate sampai ke gentle birth dan water birth. Salut!

Pro Normal

Selain karena faktor biaya yang tentu saja lebih mahal, saya pribadi lebih memilih rumah sakit juga dokter dan perawat yang selalu mendukung saya untuk melahirkan normal. Entah kenapa ada perasaan yang mendorong saya bahwa bayi saya ingin dilahirkan secara normal.
Tapi, kalau memang secara pertimbangan medis tidak memungkinkan untuk lahiran secara normal ya tidak masalah. Asal alasannya jelas sih, bukan karena keputusan yang terburu-buru, kembali lagi, yang penting Ibu dan bayi sehat.

Pro IMD
Inisiasi Menyusui Dini. Ini penting banget menurut saya. Setelah beberapa kali ikutan kelas menyusui, ternyata IMD itu manfaatnya hebat banget. Bayi yang beberapa detik lahir ke dunia, langsung ditaruh di dada Ibu, lalu si bayi akan mencari sendiri puting Ibunya. Jadi, bisa dilihatkan betapa kuatnya bonding antara Ibu dan bayi, bahkan bonding ini bisa beranjut sampai dewasa.

Pro Rawat Gabung
Rawat gabung juga bisa menambah bonding Ibu dengan si bayi, bahkan dengan Ayahnya juga. Karena kalau malam hari si bayi tiba-tiba nangis kan bisa langsung dikasih ASI atau digendong oleh sang Ayah.
Namun, yang perlu diperhatikan biasanya bayi yang baru lahir sangat berisiko mengalami kenaikan bilirubin yang dikenal dengan "kuning", yaitu kondisi di mana hati belum bisa memecah sel darah merah secara sempurna sehingga berdampak pada kulit dan bola mata yang sedikit menguning. Kenaikan bilirubin biasanya disebabkan karena perubahan suhu ruangan, beberapa kandungan senyawa kimia di dalam ruangan (misalnya pengarum ruangan atau parfum Ayah/Ibu).Kalau udah kaya gitu, biasanya suster akan menyarankan bayi ditaruh di ruangan bayi.
Kabar baiknya, kuning pada bayi bisa diobati dengan memberikan ASI sebanyak mungkin dan juga berjemur di bawah sinar matahari sebelum pukul 8.30 WIB (di Jakarta). Kalau saya pribadi sih memang cari yang mengizinkan saya dan bayi bisa sekamar, soalnya gak mau lama-lama pisah sama si belahan hati :')

Pro RUM
Rational Use Medicine atau bahasa singkatnya pakai obat yang bener-bener penting aja. Kenapa? Pertama, ya mahal boook! Haha..
Satu tahun belakangan ini saya memang menjaga jarak dengan obat. Jadi ya, kalau gak benar-benar penting saya gak minum obat.


Alhamdulillah-nya, semua rumah sakit yang saya kunjungi di atas memenuhi kriteria yang saya cari. Namun sayangnya, kriteria budget membuat saya berpindah dari Kemang Medical Care menuju Rumah Sakit Puri Cinere untuk melahirkan. Kalau budget-kan sebenernya urusan personal, jadi ya dibalikin ke masing-masing dari kalian.

Semoga tulisan ini membantu kalian yang sedang mencari rumah sakit atau tempat melahirkan. Kalau ada info tambahan, feel free buat komen nanti saya tambahkan di tulisan ini. Semoga Ibu dan bayi selalu sehat!

3 comments:

  1. Uwow, mayan banget itu yaa budgetnya...Insha Allah sellau ada rezekinya nanti :)
    Thanks buat tipsnya yaa Mba, TFS.

    ReplyDelete
  2. Mba, keliling cari alt RS waktu itu diminggu keberapa ya? Udah telat blom ya kira2 klo skrg udah minggu 36 tp masih piknik cari2 RS yg bagus tp murah juga.. Hehehehe

    ReplyDelete
  3. Mba, keliling cari alt RS waktu itu diminggu keberapa ya? Udah telat blom ya kira2 klo skrg udah minggu 36 tp masih piknik cari2 RS yg bagus tp murah juga.. Hehehehe

    ReplyDelete