Sunday, December 24, 2017

Menjadi Ibu di Hari Ibu

Setiap ada satu peristiwa kelahiran, pasti lahir pula satu sosok Ibu.


Menjadi Ibu tidaklah mudah, setidaknya itulah yang saya rasakan setelah baru 8 bulan menjadi Ibu baru. Setelah kelahiran Giri, setiap keputusan yang saya ambil haruslah mempertimbangkan untuk dua orang, saya dan anak saya. 

Tidak mudah bukan berarti saya tidak bahagia. Saya bahagia. Saking bahagianya, kadang saya lupa untuk memperhatikan diri sendiri. Yang jelas anak haruslah nomor satu. Setiap hari, entah saya dapat kekuatan dari mana untuk terus mendampingi anak saya tumbuh, mengajaknya bercanda, menemaninya makan, menggendongnya kesana-kemari. 

Mungkin itulah yang Ibu saya rasain, dan saya yakin siklus ini pakem sehingga nantinya jika saya punya anak perempuan, anak perempuan saya akan memikirkan hal yang sama. Ternyata jadi Ibu itu luaaaarrrrrr biasa rasanya.


Hari berlalu, bulan berganti. Tahun ini, untuk pertama kalinya saya melewati Hari Ibu dengan menjadi seorang Ibu. Rasanya terharu sekali. Banyak orang yang mengucapkan hari Ibu kepada saya, salah satunya suami dan Ibu saya sendiri. Ya Allah, mak nyoooosssss rasa hati ini.

Menjadi Ibu di Hari Ibu membuat saya banyak bersyukur bahwa dunia sangat mendukung wanita kok. Buktinya kita diberikan satu hari khusus untuk mengingatkan bahwa kita, perempuan, sangat dihargai segala usaha dan jerih payahnya. Bahwa kita, perempuan juga berhak bahagia dengan apa yang telah menjadi tugas kita, bertanggung jawab dengan makhluk bernyawa.

Ibu, berbahagialah. Selalu berbahagialah. Jika Mbak Dian Sastro bilang kalau perempuan-perempuan yang cerdas akan menghasilkan anak yang cerdas pula, maka saya berani bilang kalau dari hati Ibu yang berbahagia akan menghasilkan dunia yang penuh tawa.

Tidak ada alasan untuk tidak bahagia, Bu. Bahkan rahim kita sudah dipercayakan Tuhan untuk menitipkan satu nyawa manusia. Ucapan kita telah disetujui dan diubah oleh Tuhan menjadi sabda. Kita berharga. Kita berhak bahagia.

Ada satu tulisan yang selalu membuat saya bersyukur bahwa menjadi Ibu itu anugerah terindah selama hidup saya. Ada sepanjang masa, 5 kasih sayang saya dari Orami.id. 

Untuk semua Ibu, semoga langkahmu dilindungi oleh Tuhanmu.


Karena dari rahim Ibu, Tuhan telah mempercayakan peradaban ini lahir.

6 comments:

  1. Ahh baru baca kalimat pertama sudah makjleb. Setiap satu kelahiran pasti ada satu sosok ibu. Bener banget mbak, meski sosok ibu ga ada sekolahnya tapi keadaanlah ya yang membuat kita belajar dan menjadi bisa dengan sendirinya. Wahh new mom nih, semoga Giri dan mamanya sehat selalu ya. Dan setuju dengan setiap keputusan seorang ibu juga harus mempertimbangkan kepentingan untuk anaknya juga. Selamat hari ibu mbak, semangat buat kita semua hehe.

    ReplyDelete
  2. Baru terasa yaa makna hari ibu secara mendalam setelah menjadi ibu. Betul, ketika anak lahir, lahir pula ibu dan ayah. Semuanya seperti kembali dari nol

    ReplyDelete
  3. Selamat hari ibu (nelat).
    Alhamdulillah ya mbak bersyukur diberi kesempatan Allah menjadi ibu :D

    ReplyDelete
  4. memang baru bisa merasakan kalo kita berada diposisi yang sama ya,happy mothers day to all of u ladies !

    ReplyDelete
  5. Ibu selalu menjadi yang paling disebelin, karena cerewet. Tetapi juga paling di kangenin karena kasih sayang dan perhatiannya untuk keluarga.

    ReplyDelete
  6. setujuu.. ibu harus bahagia

    ReplyDelete