HEADER

Pages

Wednesday, October 10, 2018

Tips Menghemat Belanja Bulanan

Ternyata kesulitan mengatur gaji dan uang bulanan tidak hanya dialami oleh sedikit orang, lho. Apalagi saya yang profesinya hanya seorang freelancer yang kadang jumlah pemasukannya tidak menentu. Kalau gak pinter-pinter putar otak biar semua kebutuhan tercukupi, ya tabungan dan uang pendidikan anak pasti akan terancam.
  


Dari beberapa artikel yang pernah saya baca sekaligus berdasarkan pengalaman pribadi, ternyata belanja bulanan untuk kebutuhan rumah tangga memakan banyak biaya, lho. Belanja bulanan itu biasanya memiliki alokasi khusus untuk keperluan rumah tangga, seperti untuk membeli bahan makanan, alat-alat mandi, peralatan dapur, dan lain sebagainya.

Tidak jarang saya mengalami kebingungan karena pada tengah bulan gaji sudah menipis banget, padahal sepertinya gak beli apa-apa. Dari beberapa pengalaman itu, saya pun ingin menulis artikel tentang belanja bulanan dan barangkali ada yang sedang mengalami masalah serupa. Oleh sebab itu, yuk coba beberapa tips untuk menghemat pengeluaran bulanan ala saya!

1. Buat List Belanjaan untuk Periode Tertentu
Setiap orang atau keluarga memiliki kondisi yang berbeda-beda sehingga periode belanja tidak bisa disamaratakan. Saya sudah pernah mencoba beberapa kali mengubah periode belanja, yaitu:
  • Belanja dua atau tiga bulan sekali
Cara ini cocok dan berhasil dilakukan oleh almarhumah mertua saya, jadi sekali belanja langsung buanyak. Misalnya membeli detergen langsung yang besar dengan berat 5 kg, belanja minyak 4 liter, dan belanja daging 5 kg. Dengan jumlah keluarga yang hanya beranggotakan 3 orang saat itu (ibu mertua, ayah mertua, dan suami saya), cara ini berhasil menekan biaya belanja bulanan, bahkan beliau tidak perlu repot bolak-balik toko/swalayan. Namun, cara ini gagal total waktu saya praktekin untuk keluarga kecil saya, yang ada malah pengeluaran buat belanja bulanan bisa sampai dua juta dalam sekali belanja. Di akhir bulan, saya meringis karena kudu nyari recehan di kantong celana, ngenes deh.
  • Belanja sebulan sekali
Cara ini tentu sudah lazim dilakukan oleh sebagian besar keluarga kecil maupun keluarga besar. Gak heran kan tiap akhir bulan lihat kasir swalayan selalu nguantri buanget? Hehe… Sebenernya cara ini bisa dibilang berhasil namun tidak terlalu signifikan menekan pengeluaran belanja bulanan di keluarga saya. Setelah beberapa kali menganalisis hal tersebut, ternyata masalahnya adalah kami (saya dan suami) suka menumpuk keinginan buat beli-beli barang atau peralatan rumah tangga di akhir bulan. Jadi ya sama aja sih, belanja bulanan akan tetap juta-jutaan juga karena gak tau kenapa tiba-tiba ada keran kamar mandi atau ada panci-panci lucu di trolley belanjaan kami. Hedeuh..
  • Belanja seminggu sekali
So far cara belanja ini yang masuk dengan kondisi keluarga kami, padahal banyak yang bilang belanja mingguan kan bisa bikin pengeluaran lebih banyak. Ternyata gak juga kok, kuncinya ada pada pemisahan barang yang akan dibeli tiap minggu. Beli detergen atau sampo kan tidak mungkin seminggu sekali, di awal saya udah atur berapa budget yang akan keluar untuk belanja seminggu, bisa gak bisa dengan budget itu aneka kebutuhan kami sudah tercukupi. Karena periode belanja jadi lebih dekat, maka skala prioritas makin jelas. Misalnya saya tidak akan beli sampo jika sampo belum habis, maka budget untuk beli sampo bisa saya alokasikan untuk belanja kebutuhan yang lain seperti beli minyak goreng.

Bikin list belanjaan untuk periode tertentu akan mencegah kamu dari belanja yang gak penting dan gak terlalu penting. Usahakan untuk selalu membuat skala prioritas untuk barang-barang penting yang sifatnya tidak bisa digantikan dengan barang lain.

2. Cari Barang Subtitusi
Barang subtitusi sangat berpengaruh pada besar kecilnya pengeluaran belanja bulanan saya. Contohnya, dulu saya selalu terpaku untuk beli detergen khusus mesin cuci bukaan atas lengkap dengan pewangi dan pelicin pakaian. Sekarang, saya pisahkan dulu. Untuk kebutuhan cuci baju dengan mesin, saya prefer pakai detergen yang sudah termasuk pewangi, jadi saya tidak perlu belanja pewangi lagi dan uangnya bisa saya gunakan untuk belanja pelicin pakaian.



Merek sangat menentukan harga masing-masing produk sehingga sekarang saya sudah tidak lagi terpaku dengan merek-merek mahal, yang penting cara kerja dan hasil akhirnya sama.

3. Manfaatkan Promo Belanja Online
Ada yang udah pernah nyoba belanja online untuk kebutuhan bulanan? Dulu saya berpikir kalau groceries shopping di swalayan adalah salah satu cara termudah untuk melepas stres. Tapi itu dulu, sebelum saya tahu kalau pergi ke swalayan akan menambah bengkaknya pengeluaran bulanan saya. Saya pun tambah stres.


Setelah mendengar cerita teman-teman, sekarang saya jadi kepincut belanja online untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Iya sih dulu belanja online tuh erat hubungannya dengan belanja lipstik, foundation, dan berbagai barang yang berkaitan dengan hobi. Iya iyaaaa, itu duluuuuu sebelum saya mengenal bahwa dengan belanja bulanan online saya bisa hemat bensin dan hemat tenaga jadi saya bisa setor tulisan lebih banyak. Hihi…

Dengan belanja bulanan online, saya dan suami terbebas dari yang namanya lapar mata. Tidak ada lagi yang namanya ‘beli dulu deh siapa tahu butuh’, ENGGAK ADA! Untuk menghemat pengeluaranmu, manfaatkan promo diskon dan cashback yang sekarang banyak ditawarkan marketplace besar. Lumayan banget soalnya, dengan sistem cashback ini akan bikin pengeluaran kamu bulan depan jadi lebih hemat. Apalagi kan sekarang udah banyak marketplace yang menyediakan sistem ‘mall’ untuk memenuhi kebutuhan bulanan keluarga.

Ingat ya, setiap keluarga tentu memiliki kondisi yang berbeda-beda, tinggal sesuaikan saja mana yang pas untuk kondisi kamu. Tiga poin yang saya tulis sudah saya coba kegagalan dan keberhasilannya sehingga bisa nemu ‘cara kerja’ yang tepat untuk kondisi keluarga yang tepat.

Biasanya Belanja Bulanan Online Apa Aja?
Sejauh ini, belanja bulanan saya terbagi menjadi tiga kategori:
  • Makanan (termasuk bahan makanan kering, sembako, sayur, dan buah)
  • Kebutuhan rumah tangga (toiletries, perlengkapan dapur, dan perlengkapan rumah lainnya)
  • Barang hobi (skincare, makeup, kebutuhan hobi suami, dan mainan anak)

Bisa dibilang hampir semua kebutuhan keluarga saya dilengkapi dengan belanja online.

Kenapa sih suka banget belanja online?
Lebih murah. Ini gak bisa disangkal sih. Asal pinter pilih penjual yang tepercaya (biasanya terlihat dari penilaian pembeli sebelumnya) dan jangan lupa bandingin harga yaa..

Lha kan ada ongkirnya?
Ada banyak promo gratis ongkir kok.

Rekomendasi Tempat Belanja Online untuk Kebutuhan Rumah Tangga Dong?
Biasanya kalau beli aneka kebutuhan rumah tangga secara online, saya belanja di Shopee. Selain terkenal karena program gratis ongkirnya, user interface aplikasi Shopee adalah yang paling nyaman untuk saya, jadi saya bisa lebih mudah menemukan barang termurah.



Karena sering belanja di Shopee, saya ada rekomendasi beberapa toko dengan pelayanan yang bagus dan barangnya murah.
  • Bahan makanan sehat: Namaste.organic
  • Frozen food non MSG non pengawet: frozenfood.ummu.uwais
  • Mainan anak: onestopsensoryplay
  • Hijab segi empat murah: sally_scarf

Untuk beberapa produk detergen, sabun mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya biasanya saya memakai Shopee Mall karena gratis ongkir dan ada garansi 7 hari pengembalian.

Ada yang punya pengalaman soal menekan biaya belanja bulanan gak? Sharing dong..

4 comments:

  1. aku belum pernah nih belanja kebutuhan rumah tangga secara online. pernah mau coba beli popok eh kok ditambah ongkir malah mahal akhirnya beli di seupermarket aja deh. belum ketemu kayaknya sama tempat belanja online yang pas

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini yang kadang bikin belanja online kudu lebih lama sih mba, kadang aku juga nemu toko yang gak menyediakan jasa kirim ojek online, jadinya kan lebih mahal kirim paket bulky pake jne gitu hehe..
      kalo bahan makanan udah pernah coba mba?

      Delete
  2. aku juga mba tim beli online apalagi beli pospak buat bayi aku lgsg borong beli online kadang di shopee kadang di ecommerce lain yang kasih diskon hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mba, kadang kalo liat harga pospak di minimarket cuma melengos aja aku haha habisnya harganya bisa beda 7rb-10rb loh. Kan sakit di hati sama di dompet hehe..
      info-info sellernya dong mba, karena aku biasa ganti-ganti, merek juga harganya suka berubah-ubah hehe..

      Delete


© Nyonyanyinya | Designed by . All rights reserved.